Pelatihan

.................................

Pekerjaan Jembatan Gantung

Desa Muara Ketalo Kecamatan Mandiangin.

Rapat Kordinasi

Penanganan Masalah Kecamatan Limun.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Pemberian bantuan sosial

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label good Practices. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label good Practices. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Oktober 2014

SEMANGAT KEBERSAMAAN



Masih segar dalam ingatan pemerintah melakukan kegiatan pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRN) yang diselenggarakan bersamaan dengan Jambore UPK di Kabupaten Batang Hari. Selaras dengan peringatan tersebut upaya menyukseskan program pemberdayaan melalui akses informasi dan memotivasi masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya lokal harus dilandasi dengan semangat kebersamaan. Selain itu gagasan untuk menggelorakan semangat kebersamaan dan keswadayaan masyarakat dalam pembangunan lebih didasari pada peningkatan kepedulian dan peran aktif masyarakat sehingga masyarakat merasa memiliki dan bertanggungjawab dalam melaksanakan dan memanfaatkan hasil-hasil pembangunan yang dilaksanakan dari PNPM.
            Dalam kesempatan pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan Integrasi di Desa Bukit Tigo, Kecamatan Singkut Kabupaten Sarolangun. Masyarakat Desa sangat antusias dalam melaksanakan kegiatan Pembangunan Jembatan Beton, ini terbukti dengan kegiatan gotong royong yang dikordinir lansung oleh TPK dan Sekretaris Desa. Kaum laki-laki tua dan muda berbaur melaksanakan gotong royong melaksanakan pekerjaan pengecoran dan penimbunanan di lokasi pembangunan jembatan beton. Turut hadir pula, Kepala Desa, BPD, Kadus, RT dan Pemuda serta ibu-ibu disekitar lokasi pembangunan jembatan beton. Aktifitas yang dijalankan adalah gotong royong  meratakan timbunan dan memadatkan serta ikut secara beramai-ramai mengecor jembatan, sebagian ibu-ibu membantu membantu menyediakan makanan dan minuman. Ini adalah bertujuan untuk mempererat hubungan silahturahim antar masyarakat, terutama antara pemimpin dengan masyarakat yang dipimpin disamping selain juga merupakan bukti dari swadaya masyarakat dalam melam melaksanakan kegiatan PNPM-MP Integrasi.
“ini merupakan kegiatan yang menciptakan hubungan yang saling menguntungkan, pemerintah mengeluarkan program. Masyarakat menyambut dengan kegiatan gotong royong dengan penuh kebersamaan dalam pengerjaanya” tutur masyarakat disela-sela pelaksanaan kegiatan gotong royong

Jumat, 02 Mei 2014

KUNJUNGAN BANK DUNIA (Word Bank) DI KECAMATAN LIMUN



Tim Safeguards Bank Dunia bersama dengan Tim PNPM Support Facility (PSF) tanggal 29 April 2014  lalu mengunjungi Kecamatan Limun. Mr.Juan Martinez dan tim berkunjung ke Kecamatan Limun didampingi oleh dari RMC II Provinsi Jambi, Satker kabupaten Sarolangun, Fas-Keu Kab.Sarolangun dan FT-Kab kabupaten Sarolangun. Adapun tujuan kunjungan lapangan ini, pertama mengidentifikasi keberadaan MAKAT dalam lokasi kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan serta menganalisa kelembagaan sosial-budaya, proses pengambilan keputusan peluang dan tantangan pelibatan MAKAT dalam kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan termasuk isu-isu spesifik yang berhubungan dengan lahan komunitas. Kedua, melihat bagaimana Panduan Pelaksanaan Pengamanan Sosial dan Lingkungan Hidup (IGSES) dipahami dan dilaksanakan dalam kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan pada tingkat masyarakat, kecamatan, kabupaten dan provinsi  
Rombongan tiba dikantor Camat Limun Jam 11.50 yang disambut Camat, BKAD, PjOK, FK/FT, UPK dan PL yang langsung melakukan dialog dengan para pelaku-pelaku PNPM Kecamatan di ruang kerja Camat. Dalam dialog Mr.Juan Martinez sangat penasaran dengan keberadaan MAKAT di Kecamatan Limun, Camat menguraikan bahwa keberadaan MAKAT atau yang sering disebut SAD (Suku Aanak Dalam) di Kecamatan Limun berada di 2 Desa yaitu di Desa Lubuk Bedorong dan di Desa Suka Damai yang jarak dan medanya cukup sulit ditempuh. Setelah melakukan dialog lebih kurang dari 15 menit, Mr.Juan Martinez meminta izin Camat untuk permisi dan mendampingi mengunjungi SAD di Desa Lubuk Bedorong. Tim dengan didampingi Camat dan Pelaku PNPM Kecamatan berangkat menuju Desa Lubuk Bedorong dengan menggunakan 4 buah mobil dan 1 kendaraan sepeda motor. Medan yang sulit,  naik turun jalan perbukitan dipinggir jurang membuat extra kehati-hatian dalam perjalanan. Mendekati Lokasi keberadaan SAD, karena medan jalan yang sulit dan membahayakan ahirnya perjalanan dilanjutkan hanya dengan menggunakan 1 mobil dinas Camat, sedang 3 buah mobil lagi ditinggal. Sampai pada simpang titik pemberhentian perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki menuruni bukit lebih kurang 1 Km.
Setelah menuruni jalan bukit yang terjal menuju perkampungan SAD, sampailah Tim dilembah dimana para SAD bermukim. Pemukiman sosial yang sangat sederhana dimana para SAD dimukimkan oleh pemerintah melalui Dinas Sosial sejak tahun 2008. Secara sederhana kami disambut oleh bapak Mantap selaku kepala suku dan beberapa masyarakat SAD yang kebanyakan kaum ibu-ibu.   
Mr. Juan Martinez langsung melakukan dialog dengan para SAD di Aula Pemukiman yang ada. Mr. Juan Martinez banyak menanyakan hal tentang strutur sosial budaya SAD dan keterlibatan SAD dalam Program PNPM Mandiri Perdesaan. Setelah melakukan dialog dan tak lupa foto bersama dengan Masyarakat SAD robongan berpamitan untuk pulang.
Dalam perjalanan pulangnya, Mr.Juan Martinez sangat terkesan dengan perjalanan dan dialog langsung dengan SAD merupakan pengalaman yang tak akan terlupakan. Juga kepada Camat Limun, Mr.Juan Martines memuji kepemimpinan Camat yang paham medan dan lokasi yang dikunjungi. Ahirnya Tim kembali sampai ke Kecamatan pukul 18.30.



Pertemuan kelompok SPP



Istilah kelompok dalam kamus PNPM-MPd sudah tidak asing lagi familiar sekali perkataan UPK akan menyalurkan dana pada kelompok ataupun pembinaan kelompok. Kelompok ini adalah sekumpulan orang yang bersepakat dan bekerjasama membangun sumber pelayanan keuangan dengan tujuan ingin meningkatkan usaha produktif dan perekonomian seluruh anggotanya beserta keluarganya.
Namun tidaklah hal tersebut seiring sejalan dengan perkembangan kelompok setidaknya ada beberapa permasalahan terkait kelompok mulai dari kemacetan atau tunggakan, pertengkaran dalam kelompok, dan masih banyak lagi beberapa masalah yang terjadi atau mungkin saja akan terjadi.
Masih mengenai permasalahan dikecamatan terkait masih tingginya idle money dan NPL , salah satunya disebabkan karna belum optimal nya penguatan yang dilakukan terhadap kelompok, bermula dari kunjungan Specialis MCFS di kecamatan pauh kabupaten sarolangun beberapa waktu yang lalu telah menghasilkan beberapa kesepakatan yaitu dengan mengadakan pertemuan rutin kelompok dan mensosialisasikan hakekat tanggung renteng dalam kelompok tersebut, dalam suatu organisasi seperti kelompok spp dalam Program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri perdesaan pertemuan kelompok yang rutin ini merupakan suatu hal yang penting karna dapat membantu menyelesaikan masalah, menggali potensi dan bisa juga dijadikan sebagai media pertanggung jawaban dan laporan pengurus sekaligus sebagai media pengambilan keputusan yang diperlukan untuk mencapai tujuan kelompok tersebut.


Sekarang setelah kesepakatan tersebut UPK kecamatan pauh sudah memiliki jadwal pertemuan rutin kelompok SPP ke desa desa dengan mengumpulkan seluruh pengurus dan anggota kelompok yang ada di desa tsb, seperti pertemuan rutin kelompok di desa semaran pada tanggal 12 April kemarin selain dalam rangka membahasa dan menyelesaikan suatu topik permasalahan dalam kelompok atau dalam rangka usaha mengakrabkan keterikatan antara anggot dan nggota kelompok lainnya dapat juga dilaksanakan dalam rangka pencairan dana SPP bagi kelompok yang lancar serta sudah tinggal menunggu pencairan selanjutnya ada lebih dari 5 kelompok SPP yang hadir serta 1 kelompok SPP yang melaksanakan penerimaaan pencairan dan SPP Perguliran pada hari yang sama, pertemuan ini juga bermanfaat meningkatkan transparansi antar anggota dalam kelompok tersebut.
sekarang UPK sudah memiliki jadwal bagi kelompok-kelompok SPP untuk melakukan pertemuan rutin secara berkala dengan pertemuan rutin ini diharapkan agar kelompok yang ada maupun yang akan membentuk kelompok dapat memberikan kesempatan bagi anggota kelompok bertemu secara teratur untuk saling bertukar informasi, meningkatakan pelayanan terhadp anggota , belajar mengemukakan pendapat, dan menyelesaikan masalah secara bersama serta dapat menumbuhkan semangat para nggota kelompok agar dapat memanfaatkan dana yang telah disalurkan dengan sebaik-baiknya

Rabu, 19 Februari 2014

AKHIRNYA



Teringat kembali ketika musim penhujan seperti saat ini, kondisi jalan menuju lokasi perkebunan karet yang berada di Dusun Bukit Melindung Desa Muara Limun sangat  memprihatinkan, akibatnya masyarakat desa yang memiliki kebun karet kesulitan mengangkut hasil perkebunan mereka. Jangankan untuk mengangkut, untuk pergi menuju kebun ketika musim penghujan masyarakat harus menyusuri jalan tanah yang becek, sekali hujan 2 atau 3 hari belum tentu sudah kering jalannya. Bahkan menggunakan sepeda motor yang harus didorong atau bahkan ditinggal ditengah jalan melanjutkan  dengan jalan kaki menuju kebun mereka. Selain kesulitan melalui jalan tersebut, tentu saja keadaan tersebut berdampak pada perekonomian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Merujuk dengan kondisi tersebut diatas, masyarakat Desa Muara Limun secara bulat melalui MD II  memutuskan untuk mengusulkan Pembangunan Jalan Rabat Beton melalui PNPM-Mandiri Perdesaan TA 2013.
Setelah melaui alur tahapan PNPM-Mandiri Perdesaan, ahirnya dalam MAD Prioritas Usulan masyakat bersyukur ahirnya usulan mereka berada pada posisi 3 dan ditetapkan dalam MAD Penetapan Usulan. Akhirnya Jalan Rabat Beton yang diimpikan sebentar lagi akan dilaksanakan melalui kegiatan PNPM-Mandiri Perdesaan tahun 2013 dengan dana Rp.301.057.000 dengan volume Jalan Rabat Beton 1665 x 1,5 x 0,12 Meter.
Tidak lama berselang setelah MAD, melakukan alur tahapan selanjutnya akhirnya kegiatan pembangunan Jalan Rabat Beton dapat dilaksanakan. Dengan dukungan masyarakat, Pemerintahan Desa dan Kecamatan serta Fasilitator pekerjaan fisik untuk saat ini hampir selesai. Tetapi masyarakat sudah dapat menggunakannya.
Dengan sudah dapat menggunakan jalan rabat beton tersebut masyarakat yang kebanyakan memiliki kebun disekitar jalan yang dibangun, masyarakat desa sangat senang karena aktifitas transportasi mereka tidak terganggu selama musim penghujan. Dengan adanya PNPM-Mandiri Perdesaan masyarakat AKHIRNYA dapat merasakan manfaatnya.
                                                                                                                                 Oleh : Ansor

Selasa, 08 Oktober 2013

Semoga Yang Ke 4 Jadi Yang Terakhir Dan Selamanya



Setelah 3 Jam Perjalanan dari Ibukota Kecamatan, akhirnya sampai juga di Desa Paling Ujung di Kecamatan Batang Asai, yaitu Desa Sungai Keradak, ini pertama kalinya saya kesini, Di dampingi Pendamping Lokal (PL) Kami mencari kepala Desa, setelah bertemu kami merasa senang atas sambutan beliau, kehadiran kami sudah di nanti oleh sebagian masyarakat yang antusias untuk membantu Survey Kegiatan Tahun Anggaran 2013, Untuk Desa Sungai Keradak mendapat rengking 3 Usulan Kegiatan Fisik Pembangunan PLTMH 1 Unit.
Pertemuan Kami di rumah kepala Desa untuk membahas rencana survey lokasi, sebelum kami membahas survey, berceritalah kepala desa kepada kami mengapa usulan kegiatan pembengunan PLTM ini di Usulkan, di latar belakangi dengan susahnya masyarakat dalam mendapatkan listrik, untuk keperluan masyarakat, mulai dari kegiatan belajar anak-anak yang terbatas hanya di waktu siang hari, Terbatasnya informasi membuat kami sulit untuk mengakses informasi dari luar baik untuk bidang pendidikan, ekonomi, Sosial dan budaya, begitu besar harapan kami untuk Pembangunan PLTMH yang di bangun TA 2013 Oleh Program PNPM-Mandiri Perdesaan, cukuplah 3 kali kami kurang berhasil dalam pembangunan PLTMH mulai dari tahun 2004 melalui dana kompensasi kenaikan BBM, Perbaikan melalui dana ADD Desa. Semoga yang ke 4 jadi yang terakhir dan selamanya untuk Desa Kami amin.
Ketika kami survey yang di dampingi tenaga teknis, ada potensi besar untuk pembangunan PLTMH disini, dengan elevasi 22 m dari rencana sumber air ke rumah turbin, di tambah lagi swadaya masyarakat untuk pengadaan dan pemasangan tiang Kabel utama PLTMH, pekerjaan pembangunan PLTMH ini juga melibatkan seluruh masyarakat baik itu partisipasi bapak-bapak dan partisipasi ibuk-ibuk yang ada di desa sungai keradak.